Tedi Heriyanto (tedi_h@gmx.net)
5 Februari 2003
Beberapa tahun terakhir ini, kurang lebih sejak 1998, saya telah mendengarkan musik dalam format MP3. Format ini merupakan salah satu format yang paling banyak digunakan. Bahkan dapat pula kita jumpai dalam pameran-pameran komputer, seperti yang pernah saya saksikan di Pameran Jogja Komputek 2002, hampir semua stan yang ada menyajikan musik berformat MP3 (dan mungkin di pameran-pameran komputer lainnya di Indonesia :)).
Lalu mengapa saya menulis artikel ini, bukankah MP3 itu sudah umum digunakan, ngapain kita mencari format alternatif penggantinya. Ada beberapa alasan yang dapat saya kemukakan, namun setidaknya ada dua alasan kuat yang melatarbelakangi hal ini, yaitu :
Akibatnya, saya memutuskan untuk mencoba Ogg Vorbis.
Berikut ini adalah beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum menggunakan Ogg Vorbis :
Setelah meluncurkan browser Internet Explorer yang ada di warnet 1ke site www.xiph.org, saya berhasil menemukan program untuk enkoder dan memainkan format Ogg Vorbis.
Ogg Vorbis sebenarnya terdiri atas dua hal yaitu Ogg dan Vorbis. Ogg merupakan sebuah wadah untuk proyek multimedia open, sedangkan Vorbis merupakan standar kompresi audio loussy yang ada dalam Ogg. Ekstensi filenya sendiri adalah ogg.
Ambillah tool Ogg Vorbis yang ditujukan untuk sistem operasi Linux. Terdapat tiga buah file yang perlu didownload yaitu libogg, libvorbis dan vorbis-tools.
Librari libogg dan libvorbis perlu diinstalasi dahulu, karena akan digunakan oleh vorbis-tools.
Untuk menginstalasi libogg lakukan langkah berikut :
$ tar xvzf libogg-xx.tar.gz
$ cd libogg-xx $ ./configure
$ make
$ su -c "make install"
Sedangkan untuk menginstalasi libvorbis langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
$ tar xvzf libvorbis-xx.tar.gz
$ cd libvorbis-xx $ ./configure
$ make
$ su -c "make install"
Setelah kedua buah library libogg dan libvorbis sukses kita instalasi, langkah selanjutnya adalah menginstalasi vorbis-tools yang berisikan antara lain program enkoder, dekoder, dan player untuk format Ogg Vorbis.
Sebagai tambahan vorbis-tools juga membutuhkan libao dan libcurl. Saran saya, gunakan saja versi yang telah disediakan oleh distro anda.
Jika semua library tersebut telah anda instalasi, baru kemudian dapat dilanjutkan dengan menginstalasi vorbis-tools :
$ tar xvzf vorbis-tools-xx.tar.gz
$ cd vorbis-tools-xx $ ./configure --with-ogg=/usr/local --with-vorbis=/usr/local
$ make
$ su -c "make install"
Sekarang semua "senjata" kita telah siap digunakan.
Di bagian artikel ini, kita akan menggunakan semua tool yang telah kita instalasi sebelumnya, seperti yang diterangkan di bagian sebelumnya artikel, untuk bersenang-senang.
Sebelumnya ada beberapa hal yang harus kita siapkan :
Perhatian : Langkah berikut ini mungkin dapat menyebabkan anda dituntut karena melanggar hak cipta. Saya tidak bertanggung jawab atas hal tersebut. :)
Untuk melakukan tugas berat ini, saya mempercayakannya pada cdparanoia.
Jika kita ingin mengambil semua track yang ada pada CD audio dan menaruhnya pada file yang berbeda-beda, perintahnya adalah :
$ cdparanoia -B
sebelumnya masukkan dulu CD audio ke CD drive Anda.
Jika hanya ingin mengambil track tertentu saja, misalnya track 2 hingga 10, perintahnya adalah sebagai berikut :
$ cdparanoia -B "2-4"
Simbol tanda kutip digunakan agar shell tidak mengartikan tanda "-".
Hasil pengambilan track tersebut akan disimpan dalam format WAV dengan nama file track#.
Setelah kita selesai mengambil semua isi CD audio dan menyimpannya dalam format WAV, langkah selanjutnya adalah mengkonversinya ke dalam format Ogg Vorbis.
Program yang akan kita gunakan untuk melakukan tugas ini adalah oggenc.
Misalkan kita ingin mengkonversi file track-03.wav hingga track-09.wav ke dalam format Ogg Vorbis, perintahnya adalah sebagai berikut :
$ oggenc track-0[3-9].wav
Opening with wav module: WAV file reader
Encoding "track-03.wav" to
"track-03.ogg"
at quality 3.00
[100.0%] [ 0m00s remaining] |
Done encoding file "track-03.ogg"
File length: 4m 07.0s
Elapsed time: 1m 18.6s
Rate: 3.1562
Average bitrate: 105.6 kb/s
Opsi yang mungkin akan paling sering kita gunakan adalah -q <n> dengan "n" adalah sebuah bilangan antara 0-10. Opsi "q" tersebut menyatakan kualitas format Ogg Vorbis yang akan dihasilkan, bakunya adalah "3" yang setara dengan 110 kbit/s bitrate.
Bila ingin mengetahui opsi oggenc lainnya, dapat dilihat dengan memberikan perintah man oggenc.
Menurut saya, opsi default oggenc cukup baik untuk keperluan umum.
Saat anda telah selesai mengkonversi lagu dari CD audio ke dalam format Ogg, kini tibalah saatnya kita mendengarkan hasil jerih payah kita ini, dengan memainkannya.
Untuk memainkan lagu berformat Ogg Vorbis ini dapat kita gunakan program xmms ataupun ogg123. Program XMMS itu berbasiskan GUI, sedangkan ogg123 merupakan program yang dijalankan dari konsol. Di sini saya hanya akan menerangkan program ogg123 saja, karena untuk yang XMMS, caranya sama dengan memainkan file MP3, lagipula ia itu berupa program GUI yang seharusnya mudah digunakan tanpa perlu banyak penjelasan bagaimana menggunakannya. :)
Mendengarkan semua file Ogg Vorbis yang ada di direktori saat ini dapat dilakukan dengan memberikan perintah :
$ ogg123 -q *.ogg &
Perintah di atas akan memainkan semua lagu berformat Ogg Vorbis yang ada di direktori saat ini, tanpa memberikan banyak informasi (quiet), dan berjalan di background (karena tanda ampersand).
Akhir kata, selamat mendengarkan lagu berformat Vorbis dan hindari
pembajakan.