Uni Eropa Dan Dampaknya Bagi Indonesia

Tedi Heriyanto
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Abstraksi
Dalam tulisan ini akan dipaparkan mengenai dampak positif dan dampak negatif UE  bagi Indonesia khususnya di bidang ekonomi serta beberapa usaha untuk memanfaatkan dampak positif dan usaha-usaha untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Pemaparan yang akan disajikan di sini hanya secara global saja tidak mendalam.

Pendahuluan

Hubungan perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Indonesia telah dimulai sejak dahulu yaitu sekitar abad XIV, meskipun saat itu belum dikenal sebagai UE dan Indonesia. Produk yang diperdagangkan pun masih terbatas pada produk rempah-rempah seperti misalnya pala, lada dan hasil bumi lainnya.

Saat ini UE yang terdiri dari lima belas negara dan memiliki 370 juta penduduk merupakan rekanan dagang yang penting bagi Indonesia selain Jepang dan Amerika Serikat. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan didukung oleh tingkat pendapatan per kapita yang tinggi maka UE merupakan sebuah pasar yang sangat potensial.

Dampak Positif

Oleh karena UE merupakan sebuah pasar yang sangat potensial, maka bangsa Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, misalnya dengan mengadakan pameran-pameran dagang di negara-negara UE untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia.

Selain itu dapat pula diadakan pameran budaya dan wisata sebagai ajang promosi bagi dunia pariwisata Indonesia, sehingga nantinya masyarakat UE dapat lebih mengenal keragaman budaya dan pesona Indonesia. Dengan demikian, nantinya mereka mau berkunjung ke Indonesia.

Selain memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, UE pun memiliki tingkat teknologi yang tinggi, oleh karena itu kita dapat melakukan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka transfer of knowledge. Perlu kita sadari bahwa pada saat ini produk-produk yang menggunakan teknologi tinggi akan lebih memiliki competitive advantage dibanding produk yang tidak menggunakan teknologi tinggi. Teknologi tinggi yang dimaksudkan di sini bukan hanya teknologi di bidang pembuatan mobil ataupun pesawat terbang saja, namun juga teknologi di bidang pertanian, perikanan maupun kerajinan tangan, misalnya saja kemampuan untuk menghasilkan produk makanan yang bergizi, tahan lama, dan dalam jumlah banyak.

Dampak Negatif

Dengan adanya penggabungan beberapa negara Eropa ke dalam UE maka Indonesia akan memperoleh pula dampak-dampak negatif selain beberapa dampak positif sebagaimana yang telah dipaparkan di atas.

Dampak negatif ini dikarenakan dengan bersatunya negara-negara tersebut, maka mereka akan cenderung lebih mendahulukan kegiatan perdagangan dengan negara-negara anggota UE, baik oleh karena terdapatnya perjanjian mengenai penghapusan tarif maupun oleh karena adanya kemudahan transportasi. Untuk menanggulangi hal ini, Indonesia dapat melakukan ekspor produk yang tidak dapat dihasilkan oleh UE ataupun mampu menghasilkan produk yang sama dengan lebih efisien berkat adanya efisiensi produksi.

Selain itu dengan adanya UE, negara-negara anggotanya akan mempunyai bargaining power yang lebih besar dalam mengadakan kegiatan dagang sehingga mereka akan mampu menyulitkan Indonesia. Misalnya mereka dapat menghembuskan isu mengenai pembajakan hak milik intelektual di Indonesia yang mengakibatkan kerugian dalam jumlah besar, dengan adanya UE negara-negara tersebut memiliki dukungan yang kuat untuk mengajukan isu ini ke organisasi perdagangan dunia (WTO).

Kesimpulan

Keberadaan UE di satu sisi mampu memberikan keuntungan bagi Indonesia, namun di sisi lain dapat pula menyebabkan berbagai kerugian. Untuk itulah perlu dilakukan usaha-usaha secara nyata untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan, misalnya dengan melakukan dialog-dialog secara terbuka agar tercipta saling pengertian.

Kerja sama yang telah terbina selama ini, baik di bidang ilmu pengetahuan, maupun bidang-bidang lainnya perlu terus dikembangkan agar semakin tercipta kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.?



Konversi ke HTML pada $ 12 September 1999; 10.50 $