ANOA : Software Suite untuk Proyek Terjemahan WINBI

Tedi Heriyanto <tedi_h@gmx.net>

5 Desember 2002

Abstract:

Software WINBI yang berbasiskan GNU/Linux dan telah mendukung bahasa Indonesia, meskipun dikembangkan atas inisiatif BPPT, namun tampaknya belum akrab di kalangan pengguna Teknologi Informasi di Indonesia, hal ini dapat dibuktikan dengan sedikitnya orang yang mengikuti milis untuk WINBI ini. Meskipun demikian, kami beranggapan bahwa pengembangan WINBI ini harus diteruskan, karena ia dapat menjadi alternatif solusi bagi mahalnya harga perangkat lunak asli. Dengan demikian, kami berharap WINBI dapat menjadi salah satu cara untuk menangani adanya kesenjangan digital antara mereka yang memiliki akses ke komputer dengan mereka yang tidak mempunyainya. Salah satu hal yang mendesak sekali untuk diperbaiki adalah penyeragaman kata-kata yang digunakan untuk penerjemahan software-software yang ada di dalam WINBI. ANOA kami usulkan sebagai seperangkat software yang dapat membantu dalam proses penyeragaman dan proses penerjemahan tersebut.

1 Pendahuluan

Berbagai upaya penerjemahan program-program open source ke dalam bahasa Indonesia telah dilakukan oleh para sukarelawan, dan hasilnya sudah mulai terlihat nyata, misalnya dengan munculnya sistem operasi Trustix Merdeka1 dan sistem operasi WinBi2. Akan tetapi beberapa orang pendukung utama proyek-proyek tersebut, salah satunya adalah I Made Wiryana, berdasarkan masukan-masukan yang diberikan oleh parap pengguna WINBI merasakan bahwa kata-kata yang diterjemahkan tersebut tidaklah konsisten, karena dikerjakan oleh banyak orang dan tidak adanya kamus atau panduan padanan kata terjemahan dan yang diterjemahkan. Hal ini juga kami rasakan saat menerjemahkan berbagai program-program KDE serta GNU. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah database yang berisikan kalimat dalam bahasa Inggris serta padanannya dalam bahasa Indonesia.

Lebih menambah masalah pelik ini, kita tidak bisa langsung mengambil semua kata-kata yang sudah diterjemahkan dan memasukkannya ke dalam database, karena perlu terlebih dulu dilakukan penyeragaman terjemahan, pemeriksaan kunci pemercepat (accelerator key) agar tidak terjadi konflik penggunaan kunci yang sama untuk program-program yang berbasiskan GUI (Graphical User Interface).

2 Software Yang Disertakan

2.1 ambil-msg.py

Program ambil-msg ditujukan sebagai upaya awal untuk mengumpulkan semua kalimat terjemahan ke dalam sebuah file yang mudah diakses. Masih panjang jalan yang harus ditempuh oleh program ini agar dapat lebih berguna dalam mendukung upaya penerjemahan berbagai software open source ke dalam bahasa Indonesia.

Program ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa Python dan memiliki lisensi GPL (GNU Public License dan bukan Glodok Pirates License). Dengan demikian kami mengharapkan bahwa pihak-pihak lain dapat turut serta pula dalam pengembangannya.

Pada versi terakhir ini (0.1.2), program ambil-msg telah memiliki fitur-fitur sebagai berikut :

Untuk saat ini, kami beranggapan bahwa fitur yang disediakan oleh ambil-msg.py sudah cukup, dan kami tidak lagi akan menambahkan fitur-fiturnya dulu, atau dengan kata lain program ini kami freeze dulu, karena kami sedang mengembangkan program ambil-axe.py.

Namun demikian berikut ini adalah beberapa ide fitur untuk versi mendatang yang akan kami tambahkan ke ambil-msg.py :

2.2 ambil-axe.py

Program ambil-axe berfungsi untuk mengumpulkan semua daftar kunci pemercepat (accelerator key) ke dalam sebuah file yang mudah diakses. Selanjutnya semua kunci tersebut akan diperiksa, saat ini masih secara manual, apakah konflik dengan kunci yang digunakan di program yang sama. Intinya, satu simbol kunci pemercepat dalam satu program tidak boleh digunakan untuk yang lain. Misalnya kita mendefinisikan tombol Ctrl-O sebagai kunci pemercepat untuk masuk ke menu Buka File, maka kunci tersebut tidak boleh digunakan lagi untuk tugas apapun dalam program yang sama.

Program ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa Python dan memiliki lisensi GPL (GNU Public License).

Pada versi terakhir ini (0.0.2), program ambil-axe telah memiliki fitur-fitur sebagai berikut :

Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya, berikut ini adalah beberapa buah ide fitur :

2.3 stats-po.py

Program ini berfungsi untuk menampilkan semua informasi statistik tentang file-file PO. Informasi tersebut adalah :

Program ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa Python dan memiliki lisensi GPL (GNU Public License).

Pada versi terakhir (0.0.1), program ini telah memiliki fitur-fitur sebagai berikut :

Berikut ini adalah beberapa buah ide fitur untuk versi mendatang :

2.4 taruh-msg.py

Program ini berfungsi untuk menaruh pesan-pesan yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia beserta padanan pesan bahasa Inggrisnya ke dalam database MySQL dan PostgreSQL. Nantinya pesan-pesan yang sudah ada di dalam database tersebut dapat digunakan untuk melakukan terjemahan secara ``kasar'' atas file-file PO yang diserahkan dengan menggunakan browser.

Program ini akan dikembangkan dengan menggunakan bahasa Python dan memiliki lisensi GPL (GNU Public License). Ada yang berminat untuk menulis programnya ?

2.5 gsm-libma.py

Program ini akan berfungsi untuk melakukan update terhadap file-file PO yang telah diperbaiki frasenya dalam daftar frase. Dengan kata lain bila ambil-msg.py berfungsi untuk mengumpulkan frase, maka gsm-libma.py berfungsi untuk menaruh frase-frase yang telah diperbaiki tadi ke file PO semula.

3 Penutup

Kami berharap dengan adanya dokumen ini, maka anda menjadi tahu bahwa saat ini sedang ada pengembangan ``besar-besaran'' dalam rangka mendukung kelahiran ``the Next WinBI (WinBI-NG)''. Kami juga berharap ada sebagian pembaca yang berkenan membantu dalam pengembangan ANOA ini, baik berupa finansial ataupun non-finansial, teknikal maupun non-teknikal.


Footnotes

... Merdeka1
http://merdeka.trustix.co.id
... WinBi2
http://www.software-ri.or.id/winbi/


Tedi Heriyanto 2002-12-05